Halo sahabat FINANSIA….. :)

October 27th, 2009

Apa kabaaaarrrrrrr??? Waaahhh… maaf ya, sudah lama sekali kita nggak ketemu. Maaf sekali lagi. Semoga teman-teman sehat, sejahtera dan bahagia. Amin…

Kita seing mendengar kata finansial. Finansial merupakan kata yang unisex, bisa jadi berasosiasi dengan laki-laki, tapi saat bicara rumah tangga biasanya kita langsung mengasosiasikan dengan perempuan, ibu rumah tangga. Bila bicara investasi berupa saham, atau properti, mungkin Anda membayangkan ‘oh, ini bidangnya laki-laki’, namun saat mendengar investasi emas, maka bayangannya adalah perhiasan ‘nah, kalau ini baru perempuan’. Padahal, laki-laki atau perempuan punya akses yang sama untuk investasi manapun. Ya nggak sih?

Nah, kali ini saya punya artikel menarik dari seorang teman. Dia ibu muda yang memiliki 1 orang putra. Namanya Rahma. Rahma mengajak kita –khususnya perempuan- untuk mandiri secara finansial. Silakan klik di menu WHAT THEY SAY, judulnya “SAUDARIKU, Mandirilah secara Finansial!”

Tulisannya terinspirasi dari sebuah video yang dia dapat dari youtube, judulnya Girl Effect. Intinya adalah tentang bagaimana satu komunitas, bahkan negara akan berkembang dengan baik apabila para perempuannya mandiri secara finansial. Sering kita dengar bahwa perempuan lebih peka terhadap kebutuhan sekitarnya, tidak hanya keluarganya, tapi juga lingkungan sekitarnya. Nalurinya untuk mengasuh itu pula yang membuat perempuan seolah punya energi lebih ketika keluarganya membutuhkan uluran tangannya. Baik untuk mendapatkan penghasilan lebih untuk membantu suaminya mencari nafkah, atau tatkala perempuan harus mandiri saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam keluarganya, misalnya, saat suaminya –maaf- mengalami kecelakaan sehingga tidak bisa lagi menghidupi keluarganya atau karena sebab lain. Jadi, kemandirian perempuan adalah salah satu cara untuk mengantisipasi risiko bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Nah, untuk melengkapinya, pada menu HOT TOPIC, Pak Eko Endarto akan membagi tips cara yang tepat mengambil asuransi. Banyak dari kita yang mengambil asuransi karena ‘merasa butuh’ atau karena tidak enak pada agen penjual asuransi karena alasan pertemanan, karena saudara, dsb. Bagaimanapun asuransi adalah hal yang penting dalam perencanaan keuangan khususnya dalam mengantisipasi risiko, namun tetap harus cermat dalam memilih dan ‘berhitung’.

Itu dulu dari saya. Happy reading! :)

Salam,

ERRY KURNIAWATI

SELAMAT LEBARAN :)

September 18th, 2009

Foto Lebaran1a

Sahabat FINANSIA…
Mohon dimaafkan segala salah & khilaf baik sikap, laku maupun kata…
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H.

Semoga hati kita dipenuhi dengan kebahagiaan dan ketenangan.
Amin….

Halo sahabat FINANSIA… :)

September 9th, 2009

JADI PENGUSAHA? KENAPA TIDAK!!

Bagaimana puasanya? Lancaaaaarrrr pastinya!
Sip kalau begitu :)

Siapa yang nggak pengen jadi pengusaha? Rasanya nggak ada. Atau minimal, selain kita kerja sama orang, kita juga punya usaha sendiri. Betul kan? Kalau bisa 2 kenapa harus 1? Ya dapet gaji, ya dapet penghasilan dari usaha. Top!

Sebelum bicara yang manis-manis, sebelum jadi pengusaha, sebaiknya kita tau dulu berapa dana cadangan yang mesti kita punya kalau mau jadi pengusaha. Mas Mulyono, Financial Planner Assistant di Finansia Consulting memberikan referensi bahwa seorang pengusaha minimal harus punya Dana Cadangan 12 x pengeluaran bulanan. Sementara buat Anda yang karyawan & single 3 x pengeluaran bulanan cukuplah. Dan buat yang sudah berkeluarga sebaiknya 6-12 x pengeluaran bulanan. Btw, Dana Cadangan itu apa sich? Silakan klik di menu ARTICLES dan temukan detil artikelnya disana.

Banyak orang bilang jadi pengusaha itu enak, apakah selalu begitu? Sama seperti sisi kehidupan yang lain, jadi pengusaha juga punya siklus, bahkan teman-teman pengusaha bilang, siklusnya bisa kayak roller coaster, baik dalam penghasilan maupun risikonya. Dalam HOT TOPICS, Mas Bukhin menulis tentang Bisnis Pulsa Selalu Untung? Beberapa orang bilang, bisnis pulsa lagi booming dan bakal tahan goncangan krisis. Ternyata nggak juga tuh. Mas Bukhin membagi pengalamannya tentang bagaimana krisis juga mempengaruhi bisnis pulsa yang digelutinya. Mau tau penyebabnya? Silakan baca detilnya di HOT TOPICS.

Itu dulu ya. Jangan lupa untuk share pengalaman teman-teman seputar Keuangan Pribadi dan Wirausaha. Saya tunggu di erry@finansiaconsulting.com.

Salam,
ERRY KURNIAWATI
erry@finansiaconsulting.com

Halo Sahabat FINANSIA… :)

August 31st, 2009

KAYA DENGAN BERBAGI

Bagaimana puasanya? Lancar kaaan?

Dalam bulan puasa ini pastinya kita merasakan banyak hal yang berhubungan dengan nilai-nilai keagamaan yang kita anut. Mungkin bukan cuma umat muslim yang merasakan atmosfer puasa, tapi teman kita yang non muslim juga merasakan dan bahkan seringkali mengingatkan kita untuk sahur, sholat atau menegur kita saat emosi di jalan atau mulai menunjukkan tanduk kemarahan ;)

Dalam rangka bulan puasa, Pak Eko, Financial Planner-nya FINANSIA menceritakan tentang bagaimana kita disebut orang kaya karena kita mampu mengalokasikan dana untuk kita bagi kepada orang lain dalam bentuk zakat, sedekah, perpuluhan, atau apapun istilahnya.

Di dunia Barat, hal ini mungkin tidak masuk dalam ilmu perencanaan keuangan, tapi di Indonesia yang kental dengan relijiusitasnya, sudah pasti berbagi menjadi salah pos yang masuk dalam prioritas pengeluaran kita.

Nah, mau tau seperti apa itu KAYA DENGAN BERBAGI? Silakan klik menu HOT TOPICS.

Enjoy!! :)

Salam,
ERRY KURNIAWATI
erry@finansiaconsulting.com

Halo sahabat FINANSIA…:)

August 24th, 2009

SUZE ORMAN di METRO TV

Kemarin (baca: Minggu, 23 Agustus 2009) saya sempat liat Suze Orman di Metro TV, tepatnya di Oprah Winfrey Show. Eh, emang siapa sich Suze Orman itu? Hehehehe….

Oke, kita kenalan dulu ya. Suze Orman ini adalah seorang Financial Planner atau Perencana Keuangan dari Amerika. Gayanya ceria, menyenangkan dan nge-pop banget. Nggak seperti bayangan kita tentang seorang konsultan yang kaku dan jaim –meminjam istilah teman saya, mas Andito :)

Kebetulan saya liat Suze pas udah di tengah-tengah, jadi nggak dari awal. Yang saya ingat, Suze sempat memberikan konsultasi kepada 2 keluarga yang bermasalah dalam keuangan. Keluarga pertama adalah keluarga dengan kasus istri yang mengeluh karena suaminya boros banget dan suka beli barang-barang nggak penting. Keluarga kedua adalah keluarga dengan 2 anak yang karena krisis ekonomi global, maka uang tabungan yang disiapkan untuk sekolah anaknya jadi hanya mampu dia sisihkan setengah dari sebelumnya.

Keluarga kedua sebetulnya sudah punya perencanaan keuangan yang matang karena sudah menyiapkan dana pendidikan untuk kedua anaknya. Nah, keluarga pertama ini yang kayaknya ‘gue banget’… ;)

Untuk keluarga pertama ini Suze bilang, yang harus diingat adalah kita harus bisa membedakan antara KEBUTUHAN dan KEINGINAN. Itu dulu aja. Emang beda kebutuhan dengan keinginan apa sich? Gampangnya nich, kalau makan itu adalah? Ya, kebutuhan! Kalau makan enak? Yup, jelas keinginan! Satu contoh lagi ya… Kalau baju? Jelas kebutuhan! Kalau baju merk Polo, merk Guess, merk Salvatore Feragano? Hmmm, keinginan dwwoooonnkkk!!!

Oya, satu lagi pelajaran ala Suze yang bisa sama-sama kita terapkan:
1. Don’t spend money for 1 day
2. Don’t use credit card for 1 week
3. Don’t eat at restaurant for 1 month

Gimana, mau ikutan?

Salam,
ERRY KURNIAWATI
erry@finansiaconsulting.com

Halo Sahabat FINANSIA… :)

August 22nd, 2009

PUASA HARI PERTAMA….

Ada yang ngrasain macetnya Jakarta yang luar biasa kemarin sore? (baca: Jumat sore, 22 Agustus 2009) Wuuuiihh…. ampun dech! Mungkin karena mengawali puasa dan taraweh pertama, jadi semua orang ingin sampai rumah secepat kilat dan melaksanakan ibadah sholat taraweh bersama keluarga. Aaahhh… bahagianya :)

Kebetulan kemarin saya naik bis, jadi lumayan nggak pegel nginjak persneling, gas dan rem. Jadilah saya menikmati kemacetan dengan duduk manis dalam bis sambil terkantuk-kantuk. Hehehehe….

Tapi, kebetulan yang lain adalah, biasanya saya bawa makan dari rumah dan kali ini saya nggak bawa karena paginya buru-buru ngejar jadwal bis. Yang ini bikin saya jadi melakukan kalkulasi di kepala. Berapa rupiah saya menghabiskan uang hari ini?

Transport pp: @12.500 x 2 = 25.000
Makan siang plus minum: 15.000
Total: 40.000

Lumayan juga ya? Itu belum kalau kita beli cemilan. Padahal biasanya, kalau saya belanja dan bawa makan dari rumah habisnya cuma 30.000 untuk makan 3 kali untuk 2 orang –saya dan mbaknya di rumah-. Kebayang kan iritnya? Sssssttt… irit atau pelit ya? ;)

Nah, kalau selama 1 bulan ini kita puasa, berarti uang makan siang kalau dikumpulin bisa berapa ya? Ambil contoh makan siang saya 15.000 x 20 (hari efektif kita bekerja) = 300.000. Lumayan dong bisa menyisihkan 300.000. Bisa untuk beli baju lebaran nich! Atauuuuuu justru lebih boros karena kita bikin menu buka puasa yang spektakuler untuk keluarga? Hmmmm…… –thinking

Anyway, SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA, teman-teman…..
Semoga Allah membukakan pintu maaf dan ampunan serta menerima amal ibadah kita. Amin.

Salam,
ERRY KURNIAWATI
erry@finansiaconsulting.com

Halo sahabat FINANSIA….. :)

August 18th, 2009

Inspirasi dari Web Designer FINANSIA: Monika Tanu

Alhamdulillah, Puji Tuhan…
Akhirnya jadi juga situs Finansia. Terima kasih banyak IMAJIKU ;)
Setelah hunting mencari web designer sampai pusing bikin content, akhirnya jadilah sudah.

Pencarian web designer ini memakan waktu cukup lama, mengingat budget yang terbatas yang ingin dikawinkan dengan keinginan yang cukup banyak. Pembuatan content pun nggak kalah seru karena berpacu dengan pekerjaan lain yang tampaknya mengejar-ngejar untuk diselesaikan.

Baiklah, cukup pembicaraan dan keluh kesah tentang situs Finansia. Saya lebih ingin menceritakan si web designer ini behind the scene. Lho kok, apa hubungannya sama keuangan? Ooo… pasti ada!

Pemilik IMAJIKU –web development-nya Finansia- ini adalah seorang ibu muda yang cantik, tinggi, langsing dan sangat kreatif. Lihat saja karya-karyanya lewat IMAJIKU. Uniknya, dia ini adalah seorang yang sangat memegang prinsip ‘mom working from home’. Jadi, dengan segala kemampuan dan potensi yang dia miliki, Monika –begitu dia biasa dipanggil- tidak silau untuk mengejar karir di luar rumah. Tapi justru dia interest banget kalau ada ibu yang memang panggilan hatinya adalah bekerja dari rumah. Saya kutip sedikit kata-kata di blog-nya…

“Saya selalu tertarik dengan istilah moms working from home, ibu bekerja dari rumah. Saya sangat mendukung kalau ada moms yang sedang berpikiran ke arah sana. Kalau belakangan jamak istilah go green, mungkin kalau saya public figure, saya ikutan, tapi dengan tagline “GO HOME, MOMS!” ^^ No offense — ini lantaran belakangan saya banyak melihat hal-hal yang membuat saya semakin sadar pentingnya keberadaan seorang family manager – a mom – at home. Yang ga bisa digantikan dengan keberadaan asisten; mbak alias pembantu rumah tangga ataupun baby-sitter, bahkan ortu dan mertua sekalipun.”

Nah, keren kan dia? Kalau selama ini kita berfikir,”trus dapet duitnya gimana?” Eiittt…sebelum sampai situ, coba kita itung-itung gaji yang kita dapat. Jangan-jangan gaji kita bakal habis hanya untuk membayar pembantu & baby sitter kita, plus transportasi kita pulang balik dan makan. Sekarang coba kita bandingkan kalau kita kerja dari rumah, berapa banyak yang bisa kita hemat?

Itu baru bicara dari sisi keuangan. Bagaimana dari sisi pengasuhan anak, stress karena macet dijalan, diomelin suami karena sering meeting sampai malam, dll… dll….

Pertanyaan berikutnya, apa dong yang bisa dikerjakan mom working from home? Gampang! Yang pertama, kita bisa mulai dengan yang kita SUKAI dan yang kedua, kita mulai dengan yang kita KUASAI. Ambil contoh Monika, dia seorang arsitek, tapi hobi-nya adalah berkreasi dengan web, jadilah dia menawarkan hobinya itu dan menjadikannya pekerjaan sekaligus tambang emasnya.

Pikirkan hal sederhana, jangan rumit-rumit dan tidak perlu melulu didiskusikan. Karena bisnis yang paling bagus adalah bisnis yang dikerjakan, bukan bisnis yang dibicarakan terus menerus. Setuju kan?

Salam,
ERRY KURNIAWATI
erry@finansiaconsulting.com