We wish you merry x’mas…
We wish you merry x’mas…
We wish you merry x’mas…
and
Happy new year…
We wish you merry x’mas…
We wish you merry x’mas…
We wish you merry x’mas…
and
Happy new year…
Tidak terasa kita sudah di penghujung ujung tahun 2009. Biasanya aroma liburan dan kesenangan sudah tercium, bener kan?
Buat teman-teman yang merayakan Natal, pastinya sudah mulai mengajukan cuti dan teman-teman yang tidak merayakan pun mungkin sudah punya rencana yang diimpikan jauh-jauh hari. Maklum, tahun baru adalah ceremony setengah wajib untuk selalu dirayakan bersama keluarga, pasangan, teman, atau sahabat. Setahun sekali gitu looohhh….
Biasanya kita membuat banyak rencana-rencana menyambut tahun berikutnya, atau kita biasa menyebut RESOLUSI. Rencana yang umum adalah, menghentikan hal-hal yang tidak baik, mempertahankan hal-hal yang sudah baik dan merealisasikan mimpi-mimpi yang belum berhasil kita raih di tahun sebelumnya.
Nah, untuk keuangan, apa RESOLUSI Anda di tahun 2010? Kalau Anda masih bingung dan belum kepikiran, Pak Eko punya solusinya. SIlakan klik di menu HOT TOPIC. Tulisan ini diambil dari majalah HERWORLD Indonesia edisi Desember 2009. Semoga tulisan Pak Eko bisa menjadi referensi teman-teman.
Selamat membuat RESOLUSI!
Salam,
ERRY KURNIAWATI
erry@finansiaconsulting.com
YM id: erry24@yahoo.com
Halo sahabat FINANSIA…
Selamat Hari Raya Idul Adha,
Semoga kita bisa meneladani kesabaran Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail
sehingga menjadikan kita hamba yang selalu disayang dan dilimpahi Rejeki yang halal & barokah
Amin…
1, 2, 3 atau 4?
Apa itu 1,2,3,atau 4? Tenang..tenang.. ini bukan poligami, maklum sekarang lagi hangat isu tentang club poligami. 1,2,3, atau 4 yang saya maksud adalah kuadran fenomenal dari Robert Kiyosaki. Betul, kita bisa mendapatkan penghasilan dari 4 sumber: employee, self-employed, business owner dan investor.
Itulah sekilas pembukaan pelatihan hari ini (baca: 3 November 2009) dari Mas Bukhin, entrepreneur specialist dari FINANSIA. Pelatihan hari ini tentang kewirausahaan. Pesertanya adalah mereka yang mengambil pensiun dini dari sebuah perusahaan. Banyak orang yang bingung saat mengundurkan diri dari perusahaan, sudah dapat uang paket, trus mau ngapain ya?
Pelatihan ini kami beri nama “Retire Young Retire Rich”. Siapa juga yang nggak mau? Muda dan kaya! Waaahhh…… Gimana caranya? Kita bisa mulai dengan membuat rencana usaha step by step. Rumusan a la FINANSIA adalah: 6W+1H.
Sebelum masuk ke rumusan step by step, pastikan rencana ini dibuat secara TERTULIS. Oke, kita mulai ya. WHAT: bikin list apa saja usaha yang ingin kita buka. Diantara sekian banyak list Anda, ambil 1 sd 3 bisnis yang paling mendekati. Sudah dilingkari? Oke step 2, WHOM: tulis disebelah kanan rencana bisnis Anda siapa pangsa pasar bisnis kita tersebut. Step berikutnya adalah WHERE: tuliskan dimana Anda akan mendirikan bisnis Anda, di rumah, sewa ruko, di perempatan jalan, di daerah kampus, atau dimana. Ini berkorelasi dengan pangsa pasar kita. WHEN: tuliskan kapan akan memulai bisnis, termasuk jam operasional bisnis kita. Misalnya: warung makan buka 24 jam, atau kedai printing buka jam 8.00-21.00. Step selanjutnya adalah WHY: tanyakan kepada diri Anda sendiri, mengapa kita tertarik mengembangkan usaha ini. Hal ini menjadi penting karena secara psikologis, bila kita membuaka usaha karena kita suka dan memiliki motivasi tertentu, maka kita akan punya ‘energi’ untuk membuat usaha kita berjalan dan bertahan. WHO: tuliskan siapa saja yang dibutuhkan, apa saja tugasnya. Ini penting untuk keperluan rekrut karyawan. HOW: tuliskan bagaimana Anda menjalankan bisnis tersebut, bagaimana proses menyebarkan/distribusi produknya, dan berapa besar modal yang dibutuhkan. How disini termasuk didalamnya adalah how many dan how much.
Mudah-mudahan step by step a la FINANSIA tadi membantu Anda untuk membuat sebuah bisnis.
Oya, tadi itu cuma sebagian kecil dari pelatihan kewirausahaan. Kalau Anda ingin belajar lebih lanjut, kenapa kita nggak sama-sama bikin pelatihan atau kursus singkat yang bisa bermanfaat bagi orang lain dan memberikan rejeki juga untuk kita. Ada yang berminat mengadakan pelatihan, just call me, let’s do sinergy!
Tuh kan, siapa bilang berbagi bikin kita tambah miskin? Yuk, kaya bersama, maju bersama!
Salam,
ERRY KURNIAWATI
erry@finansiaconsulting.com
YM id: erry24@yahoo.com
0856 4335 3169
Apa kabaaaarrrrrrr??? Waaahhh… maaf ya, sudah lama sekali kita nggak ketemu. Maaf sekali lagi. Semoga teman-teman sehat, sejahtera dan bahagia. Amin…
Kita seing mendengar kata finansial. Finansial merupakan kata yang unisex, bisa jadi berasosiasi dengan laki-laki, tapi saat bicara rumah tangga biasanya kita langsung mengasosiasikan dengan perempuan, ibu rumah tangga. Bila bicara investasi berupa saham, atau properti, mungkin Anda membayangkan ‘oh, ini bidangnya laki-laki’, namun saat mendengar investasi emas, maka bayangannya adalah perhiasan ‘nah, kalau ini baru perempuan’. Padahal, laki-laki atau perempuan punya akses yang sama untuk investasi manapun. Ya nggak sih?
Nah, kali ini saya punya artikel menarik dari seorang teman. Dia ibu muda yang memiliki 1 orang putra. Namanya Rahma. Rahma mengajak kita –khususnya perempuan- untuk mandiri secara finansial. Silakan klik di menu WHAT THEY SAY, judulnya “SAUDARIKU, Mandirilah secara Finansial!”
Tulisannya terinspirasi dari sebuah video yang dia dapat dari youtube, judulnya Girl Effect. Intinya adalah tentang bagaimana satu komunitas, bahkan negara akan berkembang dengan baik apabila para perempuannya mandiri secara finansial. Sering kita dengar bahwa perempuan lebih peka terhadap kebutuhan sekitarnya, tidak hanya keluarganya, tapi juga lingkungan sekitarnya. Nalurinya untuk mengasuh itu pula yang membuat perempuan seolah punya energi lebih ketika keluarganya membutuhkan uluran tangannya. Baik untuk mendapatkan penghasilan lebih untuk membantu suaminya mencari nafkah, atau tatkala perempuan harus mandiri saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam keluarganya, misalnya, saat suaminya –maaf- mengalami kecelakaan sehingga tidak bisa lagi menghidupi keluarganya atau karena sebab lain. Jadi, kemandirian perempuan adalah salah satu cara untuk mengantisipasi risiko bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Nah, untuk melengkapinya, pada menu HOT TOPIC, Pak Eko Endarto akan membagi tips cara yang tepat mengambil asuransi. Banyak dari kita yang mengambil asuransi karena ‘merasa butuh’ atau karena tidak enak pada agen penjual asuransi karena alasan pertemanan, karena saudara, dsb. Bagaimanapun asuransi adalah hal yang penting dalam perencanaan keuangan khususnya dalam mengantisipasi risiko, namun tetap harus cermat dalam memilih dan ‘berhitung’.
Itu dulu dari saya. Happy reading!
Salam,
ERRY KURNIAWATI

Sahabat FINANSIA…
Mohon dimaafkan segala salah & khilaf baik sikap, laku maupun kata…
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H.
Semoga hati kita dipenuhi dengan kebahagiaan dan ketenangan.
Amin….
JADI PENGUSAHA? KENAPA TIDAK!!
Bagaimana puasanya? Lancaaaaarrrr pastinya!
Sip kalau begitu
Siapa yang nggak pengen jadi pengusaha? Rasanya nggak ada. Atau minimal, selain kita kerja sama orang, kita juga punya usaha sendiri. Betul kan? Kalau bisa 2 kenapa harus 1? Ya dapet gaji, ya dapet penghasilan dari usaha. Top!
Sebelum bicara yang manis-manis, sebelum jadi pengusaha, sebaiknya kita tau dulu berapa dana cadangan yang mesti kita punya kalau mau jadi pengusaha. Mas Mulyono, Financial Planner Assistant di Finansia Consulting memberikan referensi bahwa seorang pengusaha minimal harus punya Dana Cadangan 12 x pengeluaran bulanan. Sementara buat Anda yang karyawan & single 3 x pengeluaran bulanan cukuplah. Dan buat yang sudah berkeluarga sebaiknya 6-12 x pengeluaran bulanan. Btw, Dana Cadangan itu apa sich? Silakan klik di menu ARTICLES dan temukan detil artikelnya disana.
Banyak orang bilang jadi pengusaha itu enak, apakah selalu begitu? Sama seperti sisi kehidupan yang lain, jadi pengusaha juga punya siklus, bahkan teman-teman pengusaha bilang, siklusnya bisa kayak roller coaster, baik dalam penghasilan maupun risikonya. Dalam HOT TOPICS, Mas Bukhin menulis tentang Bisnis Pulsa Selalu Untung? Beberapa orang bilang, bisnis pulsa lagi booming dan bakal tahan goncangan krisis. Ternyata nggak juga tuh. Mas Bukhin membagi pengalamannya tentang bagaimana krisis juga mempengaruhi bisnis pulsa yang digelutinya. Mau tau penyebabnya? Silakan baca detilnya di HOT TOPICS.
Itu dulu ya. Jangan lupa untuk share pengalaman teman-teman seputar Keuangan Pribadi dan Wirausaha. Saya tunggu di erry@finansiaconsulting.com.
Salam,
ERRY KURNIAWATI
erry@finansiaconsulting.com
KAYA DENGAN BERBAGI
Bagaimana puasanya? Lancar kaaan?
Dalam bulan puasa ini pastinya kita merasakan banyak hal yang berhubungan dengan nilai-nilai keagamaan yang kita anut. Mungkin bukan cuma umat muslim yang merasakan atmosfer puasa, tapi teman kita yang non muslim juga merasakan dan bahkan seringkali mengingatkan kita untuk sahur, sholat atau menegur kita saat emosi di jalan atau mulai menunjukkan tanduk kemarahan
Dalam rangka bulan puasa, Pak Eko, Financial Planner-nya FINANSIA menceritakan tentang bagaimana kita disebut orang kaya karena kita mampu mengalokasikan dana untuk kita bagi kepada orang lain dalam bentuk zakat, sedekah, perpuluhan, atau apapun istilahnya.
Di dunia Barat, hal ini mungkin tidak masuk dalam ilmu perencanaan keuangan, tapi di Indonesia yang kental dengan relijiusitasnya, sudah pasti berbagi menjadi salah pos yang masuk dalam prioritas pengeluaran kita.
Nah, mau tau seperti apa itu KAYA DENGAN BERBAGI? Silakan klik menu HOT TOPICS.
Enjoy!!
Salam,
ERRY KURNIAWATI
erry@finansiaconsulting.com
SUZE ORMAN di METRO TV
Kemarin (baca: Minggu, 23 Agustus 2009) saya sempat liat Suze Orman di Metro TV, tepatnya di Oprah Winfrey Show. Eh, emang siapa sich Suze Orman itu? Hehehehe….
Oke, kita kenalan dulu ya. Suze Orman ini adalah seorang Financial Planner atau Perencana Keuangan dari Amerika. Gayanya ceria, menyenangkan dan nge-pop banget. Nggak seperti bayangan kita tentang seorang konsultan yang kaku dan jaim –meminjam istilah teman saya, mas Andito
Kebetulan saya liat Suze pas udah di tengah-tengah, jadi nggak dari awal. Yang saya ingat, Suze sempat memberikan konsultasi kepada 2 keluarga yang bermasalah dalam keuangan. Keluarga pertama adalah keluarga dengan kasus istri yang mengeluh karena suaminya boros banget dan suka beli barang-barang nggak penting. Keluarga kedua adalah keluarga dengan 2 anak yang karena krisis ekonomi global, maka uang tabungan yang disiapkan untuk sekolah anaknya jadi hanya mampu dia sisihkan setengah dari sebelumnya.
Keluarga kedua sebetulnya sudah punya perencanaan keuangan yang matang karena sudah menyiapkan dana pendidikan untuk kedua anaknya. Nah, keluarga pertama ini yang kayaknya ‘gue banget’…
Untuk keluarga pertama ini Suze bilang, yang harus diingat adalah kita harus bisa membedakan antara KEBUTUHAN dan KEINGINAN. Itu dulu aja. Emang beda kebutuhan dengan keinginan apa sich? Gampangnya nich, kalau makan itu adalah? Ya, kebutuhan! Kalau makan enak? Yup, jelas keinginan! Satu contoh lagi ya… Kalau baju? Jelas kebutuhan! Kalau baju merk Polo, merk Guess, merk Salvatore Feragano? Hmmm, keinginan dwwoooonnkkk!!!
Oya, satu lagi pelajaran ala Suze yang bisa sama-sama kita terapkan:
1. Don’t spend money for 1 day
2. Don’t use credit card for 1 week
3. Don’t eat at restaurant for 1 month
Gimana, mau ikutan?
Salam,
ERRY KURNIAWATI
erry@finansiaconsulting.com
PUASA HARI PERTAMA….
Ada yang ngrasain macetnya Jakarta yang luar biasa kemarin sore? (baca: Jumat sore, 22 Agustus 2009) Wuuuiihh…. ampun dech! Mungkin karena mengawali puasa dan taraweh pertama, jadi semua orang ingin sampai rumah secepat kilat dan melaksanakan ibadah sholat taraweh bersama keluarga. Aaahhh… bahagianya
Kebetulan kemarin saya naik bis, jadi lumayan nggak pegel nginjak persneling, gas dan rem. Jadilah saya menikmati kemacetan dengan duduk manis dalam bis sambil terkantuk-kantuk. Hehehehe….
Tapi, kebetulan yang lain adalah, biasanya saya bawa makan dari rumah dan kali ini saya nggak bawa karena paginya buru-buru ngejar jadwal bis. Yang ini bikin saya jadi melakukan kalkulasi di kepala. Berapa rupiah saya menghabiskan uang hari ini?
Transport pp: @12.500 x 2 = 25.000
Makan siang plus minum: 15.000
Total: 40.000
Lumayan juga ya? Itu belum kalau kita beli cemilan. Padahal biasanya, kalau saya belanja dan bawa makan dari rumah habisnya cuma 30.000 untuk makan 3 kali untuk 2 orang –saya dan mbaknya di rumah-. Kebayang kan iritnya? Sssssttt… irit atau pelit ya?
Nah, kalau selama 1 bulan ini kita puasa, berarti uang makan siang kalau dikumpulin bisa berapa ya? Ambil contoh makan siang saya 15.000 x 20 (hari efektif kita bekerja) = 300.000. Lumayan dong bisa menyisihkan 300.000. Bisa untuk beli baju lebaran nich! Atauuuuuu justru lebih boros karena kita bikin menu buka puasa yang spektakuler untuk keluarga? Hmmmm…… –thinking
Anyway, SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA, teman-teman…..
Semoga Allah membukakan pintu maaf dan ampunan serta menerima amal ibadah kita. Amin.
Salam,
ERRY KURNIAWATI
erry@finansiaconsulting.com