Halo sahabat FINANSIA
Bicara tentang cash flow memang nggak ada habisnya. Masalahnya adalah bagaimana agar penghasilan yang kita terima cukup dan bisa memiliki uang lebih untuk mempersiapkan masa depan. Nah, berikut saya ‘cukil’ artikel dari Mas Mulyono, financial planner assistant di Finansia Consulting.
Ini dia artikelnya:
Menjelang pertengahan bulan seringkali kita mendengar berbagai keluhan mulai dari gaji sudah habis, angsuran hutang belum terbayar, tunggakan kartu kredit belum lunas dan sebagainya. Memang dalam kenyataannya kenaikan penghasilan yang disebabkan naiknya jabatan dan kenaikan gaji rutin tahunan tidak memecahkan masalah habisnya uang gajian.
Pertanyaannya adalah gimana caranya agar kita tidak melulu berada pada masalah yang sama?
Agar setiap bulan kita tidak selalu berhadapan dengan masalah tersebut, maka diperlukan rencana penggunaan pendapatan dan pengeluaran yang baik. Untuk itu kita perlu membuat catatan dari pendapatan dan pengeluaran yang telah kita lakukan. Bahasa kerennya adalah cash flow atau arus kas.
Pada dasarnya cash flow atau arus kas terdiri dari dua unsur yaitu:
1. Pendapatan. Pendapatan terdiri dari gaji, bonus, fee, pembagian keuntungan perusahaan dan sebagainya
2. Pengeluaran. Pengeluaran terdiri dari pengeluaran rutin seperti bayar listrik, bayar telepon, uang transport, belanja kebutuhan sehari–hari dan sebagainya. Dan pengeluaran yang non rutin misalnya membeli pakaian, travelling, makan di restoran dan sebagainya.
Cash flow yang baik tentunya harus lebih besar pendapatan ketimbang pengeluaran. Seperti kata pepatah bijak, “Jangan besar pasak daripada tiang.” Jadi usahakan cash flow bernilai positif.
Ada 3 hal yang harus diperhatikan dalam cash flow yaitu:
1. Perhatikan pendapatan dan pengeluaran dengan cermat
Catatlah sumber pendapatan dan pengeluaran dengan detil. Seberapa besar atau kecil nilainya tetap masukkan dalam cash flow. Kuncinya, sedapat mungkin cash flow tersebut menggambarkan nilai riil yang Anda terima dan keluarkan dalam satu bulan
2. Usahakan cash flow bernilai positif
Pendapatan yang kita terima seharusnya mampu untuk menutupi kebutuhan bulanan. Apabila ternyata ada kelebihan maka dapat disimpan atau diinvestasikan, namun apabila ternyata bernilai negatif maka perlu di lihat kembali apakah perlu dilakukan penyesuaian terhadap pos pengeluaran.
3. Evaluasi cash flow secara periodik
Semakin kita disiplin melakukan evaluasi, semakin cepat kita tahu apabila ada ketidakseimbangan didalamnya. Bila terjadi cash flow negatif, maka kita bisa melakukan 3 cara penyesuaian, yaitu kurangi pengeluaran, menambah penghasilan, atau lakukan dua-duanya sekaligus, kurangi pengeluaran & manambah penghasilan.
Artikel lebih lengkap, silakan klik menu ARTICLES…
Happy reading
Salam,
Erry Kurniawati
