RESOLUSI KEUANGAN 2010

December 10th, 2009

Bicara tentang masalah keuangan, semua pasti mengalami. Namun memang sepertinya masalah itu akan berbeda dialami tiap orang bergantung dari banyak hal yang salah satunya adalah status. Seorang yang lajang atau memutuskan lajang sepertinya memiliki masalah keuangan yang berbeda dengan yang sudah menikah. Yang sudah menikah juga sepertinya berbeda antara yang telah lama dengan yang baru menikah.

Tapi sebenarnya kalau bicara tentang masalah keuangan, masalah utamanya sama saja. Intinya adalah selalu terbatasnya penghasilan atau dana yang ada untuk memenuhi seluruh pengeluaran yang ingin dipenuhi. Dan katanya yang lajang pasti lebih mudah menangani keuangannya,“Kan hanya dipake sendiri dan ngga ada tanggungan lain.” Tapi yang lajang dengan yakin juga akan berkata,”Siapa bilang, yang nikah malah lebih enak, kan penghasilannya dari dua sumber jadi lebih mudah ngaturnya, bisa diskusi lagi dengan pasangannya.”

Kita belum membahas mereka yang baru menikah dengan mereka yang telah memiliki anak. Pasti anggapannya akan sama yaitu yang tidak punya anak lebih mudah mengatur uangnya daripada yang punya anak. Tapi apa bener? Bisa aja kan yang tidak punya anak akan berkata “Tau ngga karena ngga punya anak, uang kami berdua hanya dipake untuk senang-senang jadi ngga ada tanggung jawab sama sekali. Akhirnya ngga ada tabungan deh.”

Terlepas dari itu semua, bagaimana keuangan Anda dengan apapun statusnya tahun ini? apakah merasa lebih baik atau malah lebih kacau? Kalau lebih kacau mungkin Anda perlu membuat resolusi baru tentang pengelolaan keuangan di tahun 2010 ini mungkin uraian di bawah bisa sebagai pegangan :

Wanita Lajang

Kenyataannya :

Wanita lajang biasanya memiliki satu sumber keuangan yaitu dirinya sendiri (kecuali kalau masih disubsidi oleh orang tua). Karena statusnya tadi, wanita lajang sebenarnya tidak memiliki kewajiban untuk menanggung orang lain. Dan karena lajang sudah pasti dia akan lebih bebas untuk menggunakan uang yang dimilikinya untuk hal-hal yang bersifat pribadi bagi dirinya.

Kelebihannya :

Bebas menggunakan uang yang dimiliki karena uang tersebut 100% hasil kerja keras yang ia lakukan. Dengan statusnya sebagai lajang ia sebenarnya tidak menanggung orang lain jadi tidak ada “dosa” untuk menghabiskan uang yang dimilikinya. Jadi belanjalah dengan tenang.

Hati-hati :

Mumpung lajang, ngga ada tanggungan maka merasa bebas menggunakan uangnya tanpa harus mendengarkan pendapat orang lain, sering kali terjadi pengeluaran menjadi tidak terkontrol sehingga pengeluaran menjadi lebih besar daripada pemasukan. Akibatnya adalah utang yang menumpuk, investasi tidak terpikirkan dan proteksi yang terabaikan.

Resolusi:

Menjadi lajang memang menyenangkan karena bebas menggunakan uang yang dimiliki tanpa harus memikirkan orang lain. Uang yang 100% di miliki juga boleh dan sah saja 100% dibelanjakan. Namun sering kali saking bebasnya untuk menyenangkan diri sendiri, sampai melupakan diri sendiri dimasa depan. Akibatnya tiap bulan penghasilan hanya habis untuk utang dan tidak memiliki investasi maupun proteksi untuk masa depan. Memiliki utang asalkan besarannya wajar (cicilannya maksimal 30% dari penghasilan) boleh saja.Tapi kalau lebih besar dari itu, prioritaskan penyelesaiaannya dahulu. Setelah itu mulailah untuk berinvestasi sedikit demi sedikit. Tujuannya bukan untuk kaya, tapi menjamin hidup kita dimasa depan apapun itu statusnya kelak. Kalau tetap lajang, minimal Anda akan menjadi lajang yang mandiri tidak tergantung orang lain dimasa tua. Kalau memutuskan menikah, maka akan menjadi pasangan yang seimbang karena memiliki modal bukan sekedar setor badan. Proteksi untuk mereka yang tidak punya tanggungan mungkin tidak perlu, tapi untuk lajang yang memiliki tanggungan, misalnya memiliki anak, menanggung orang tua atau keluarga, maka proteksi khususnya jiwa tetap harus.

Akan menikah

Kenyataan :

Mereka yang akan menikah adalah status lanjutan dari si lajang. Pada saat ini sudah ada sedikit transisi dari punya uang sendiri menjadi punya uang sendiri tapi mulai harus memikirkan orang lain.

Kelebihan :

Sudah mulai memikirkan masa depan, minimal sudah seddikit menabung untuk biaya menikah kelak. Mimpi untuk menikah dengan suasana serba merah dan dilaksanakan di salah satu pantai di bali pasti perlu duit bener ngga? Jadi sekarang uangnya tidak lagi semua dipakai untuk hura-hura dan konsumtif.

Hati-hati

Saat ini adalah saat berat, disaat rekan lain yang belum akan menikah bebas ngafe anda hanya bisa berkata maaf ngga ikutan, saat mereka belanja “sale” di mall Anda hanya bisa menjadi teman.Mungkin juga sebagian dana sudah menjadi komitmen bersama si calon untuk dialihkan untuk tabungan bersama.

Resolusi :

Untuk mereka yang akan menikah, memang hal ini cukup berat. Tidak boleh bebas mengeluarkan uang padahal menjadi istri juga belum. Mau bebas mengeluarkan uang tidak mungkin masa mau nikah cuma setor badan dan doa doang ngga sedikitpun membantu keuangan si calon? Lumayan kalau tajir kalau ngga bagaimana? he he. Jadi kalau Anda akan menikah tahun depan, mulailah atur keuangan dengan mencicil utang Anda lebih besar,dan usahakan selesai pada saat menikah kelak. Ngga lucu kan kalau menikah yang sebenarnya adalah penyatuan 2 pribadi menjadi penyatuan 2 utang. Mulai sedikit berinvestasi untuk persiapan bila Tuhan memberi titipan keturunan dengan cepat. Memang sih itu menjadi tanggung jawab suami, tapi kalau suami hanya mampu kasi tanggung jawab sampai kamar bersalin kelas 1, mungkin dengan ditambah tabungan Anda bisa masuk kelas VIP asyik kan ya. O ya, ngga usah latah buat rekening bersama kalau masih belum pasti ya (belum pasti waktunya apalagi orangnya), kecuali kalau semuanya udah pasti.

Baru menikah

Kenyataan :

Wuihh akhirnya, Saat ini adalah saat dimana semuanya serba indah, dan segalanya menjadi milik bersama. Bahkan mungkin uang yang dulunya menjadi milik sendiri-sendiri menjadi milik bersama. Pokoknya semua harus sama-sama

Kelebihan :

Punya dua sumber pemasukan, yang pastinya lebih besar dibandingkan saat masih lajang. Beberapa pasangan biasanya mempercayakan keauangan kepada pihak wanita.

Hati-hati :

Pengeluaran yang dulu hanya pengeluaran pribadi, sekarang menjadi pengeluaran keluarga.Untuk memegang seluruh pemasukan berarti beban dan tanggung jawabnya lebih berat. Karena harus bisa memenuhi keinginan yang tidak terbatas dengan hasil yang tidak terbatas. Kadangkala suami ngga percaya lo kalau cabe itu mahal.

Resolusi :

Pengeluaran sekarang berfokus menjadi pengeluaran bersama yaitu pengeluaran keluarga.Mulailah menabung dan investasi untuk nama keluarga. misalnya persiapan pensiun, biaya bersalin, rumah dan sebagainya. Lupakan dulu plesir ke luar negeri bila yang pokok belum dialokasikan. Untuk mereka yang ternyata langsung di percaya mendapatkan titipan keturunan, mulailah berhitung untuk investasi bagi biaya pendidikan si kecil. Makin cepat dimulai pasti makin baik karena kita bisa pilih produk yang memberi hasil besar, juga cicilannya tidak begitu banyak karena jangka waktunya sangat panjang. Jangan lupakan asuransi khususnya untuk anggota keluarga yang berperan pada keuangan keluarga. kalau Ayah yang bekerja dan ibu tidak bekerja maka asuransinya atas nama ayah dan jumlah uang pertanggungan harus cukup. Demikan sebaliknya bila ibu bekerja dan Ayah tidak. Kalau kedua-duanya bekerja, maka keduanya harus sama sama memiliki uang pertanggungan yang cukup. Berutang masih boleh dilakukan, dengan syarat usahakan untuk berhutang barang yang keluarga butuhkan bukan hanya Anda dan suami.

Menikah dengan anak (Ibu)

Kenyataan :

Saat ini keluarga menjadi lengkap dengan hadirnya keturunan. Pengeluaran sekarang bukan hanya untuk si ayah dan ibu saja, tapi sudah ada anggota keluarga baru yaitu anak yang juga menjadi tanggungan baik itu sekedar pengeluaran harian maupun investasi dan proteksinya.

Kelebihan :

Dengan makin banyaknya anggota keluarga berarti tanggung jawab juga makin besar maka uang tidak lagi digunakan untuk tujuan yang konsumtif.

Hati-hati :

Makin banyak anggota keluarga, makin besar pengeluarannya, maka kalau tidak pintar mengelola dan membatasi pengeluaran kita maka jangan heran kalau utang bisa manjadi besar.

Resolusi :

Pengeluaran Anda saat ini adalah pengeluaran keluarga besar (ayah ibu dan anak). untuk itu pengelolaannya menjadi sedikit lebih hati-hati. Sulit sih tidak, tapi memang harus memiliki prioritas yang tepat. Untuk mereka yang belum punya rumah, saatnya menjadikan rumah sebagai prioritas. Banyak orang terlena dan menunda untuk membeli rumah dengan alasan belum ada yang pas dan anak masih kecil. Padahal kalau anak makin besar akan lebih sulit terwujud keinginan tadi karena biaya untuk anak menjadi jauh lebih besar. Biaya sekolah, kebutuhan harian menjadi terus bertambah. Jadi mumpung Anda dan suami masih muda, dan anak masih kecil mulailah untuk mendapatkan rumah walaupun itu utang karena saat anak masih kecil cicilan untuk investasi biaya sekolahnya masih sangat kecil, sehingga masih mungkin untuk mencicil utang rumah. Untuk proteksi, tetap harus dimiliki dan dievaluasi, karena dengan makin banyaknya tanggungan sebaiknya uang pertanggungannya juga harus makin tinggi.

Salam,

EKO ENDARTO, RFA
Financial Planner
eko@finansiaconsulting.com
ekoendarto@gmail.com

Leave a Reply