Apa kabaaaarrrrrrr??? Waaahhh… maaf ya, sudah lama sekali kita nggak ketemu. Maaf sekali lagi. Semoga teman-teman sehat, sejahtera dan bahagia. Amin…
Kita seing mendengar kata finansial. Finansial merupakan kata yang unisex, bisa jadi berasosiasi dengan laki-laki, tapi saat bicara rumah tangga biasanya kita langsung mengasosiasikan dengan perempuan, ibu rumah tangga. Bila bicara investasi berupa saham, atau properti, mungkin Anda membayangkan ‘oh, ini bidangnya laki-laki’, namun saat mendengar investasi emas, maka bayangannya adalah perhiasan ‘nah, kalau ini baru perempuan’. Padahal, laki-laki atau perempuan punya akses yang sama untuk investasi manapun. Ya nggak sih?
Nah, kali ini saya punya artikel menarik dari seorang teman. Dia ibu muda yang memiliki 1 orang putra. Namanya Rahma. Rahma mengajak kita –khususnya perempuan- untuk mandiri secara finansial. Silakan klik di menu WHAT THEY SAY, judulnya “SAUDARIKU, Mandirilah secara Finansial!”
Tulisannya terinspirasi dari sebuah video yang dia dapat dari youtube, judulnya Girl Effect. Intinya adalah tentang bagaimana satu komunitas, bahkan negara akan berkembang dengan baik apabila para perempuannya mandiri secara finansial. Sering kita dengar bahwa perempuan lebih peka terhadap kebutuhan sekitarnya, tidak hanya keluarganya, tapi juga lingkungan sekitarnya. Nalurinya untuk mengasuh itu pula yang membuat perempuan seolah punya energi lebih ketika keluarganya membutuhkan uluran tangannya. Baik untuk mendapatkan penghasilan lebih untuk membantu suaminya mencari nafkah, atau tatkala perempuan harus mandiri saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam keluarganya, misalnya, saat suaminya –maaf- mengalami kecelakaan sehingga tidak bisa lagi menghidupi keluarganya atau karena sebab lain. Jadi, kemandirian perempuan adalah salah satu cara untuk mengantisipasi risiko bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Nah, untuk melengkapinya, pada menu HOT TOPIC, Pak Eko Endarto akan membagi tips cara yang tepat mengambil asuransi. Banyak dari kita yang mengambil asuransi karena ‘merasa butuh’ atau karena tidak enak pada agen penjual asuransi karena alasan pertemanan, karena saudara, dsb. Bagaimanapun asuransi adalah hal yang penting dalam perencanaan keuangan khususnya dalam mengantisipasi risiko, namun tetap harus cermat dalam memilih dan ‘berhitung’.
Itu dulu dari saya. Happy reading!
Salam,
ERRY KURNIAWATI
